BerandaSainsFisikaTransfer Kalor dan Massa - Perkenalan Konduksi Bagian 2.46

Transfer Kalor dan Massa – Perkenalan Konduksi Bagian 2.46

Sebuah dinding datar dengan sifat-sifat konstan pada awalnya berada pada suhu seragam $T_o$. Secara tiba-tiba, permukaan pada $x = L$ mengalami proses konveksi dengan fluida bersuhu $T_\infty (>T_o)$ yang memiliki koefisien konveksi $h$. Selain itu, dinding tersebut juga secara tiba-tiba mengalami pemanasan volumetrik internal seragam $\dot{q}$ yang cukup besar untuk menghasilkan suhu tunak (steady-state) maksimum di dalam dinding yang melebihi suhu fluida. Batas pada $x = 0$ tetap berada pada suhu $T_o$.

AVvXsEioTKr3MuME4kLTEWS CywOn Xw s9EIlnPHSlA6POkfixVWxd4hfZzarhaK5aoSExkMdWej3 dgI4fd1t0Cx 9gg5Ivv1aHao3Nz7QoBzWQ gTRSPhmYaLoNCweBthbaG6NpPAd6PHx TmBPpdlZOEvUCI YMD8dNQyEtFVN56kuN5BZ 1ZoqOzD

(a) Pada koordinat $T − x$, gambarlah sketsa distribusi suhu untuk kondisi-kondisi berikut: kondisi awal ($t \leq 0$), kondisi tunak ($t \rightarrow \infty$), dan untuk dua waktu antara. Tunjukkan pula distribusi untuk kondisi khusus ketika tidak ada aliran kalor pada batas $x = L$.

(b) Pada koordinat $q”_x − t$, gambarlah sketsa fluks kalor untuk lokasi $x = 0$ dan $x = L$, yaitu $q”_x(0, t)$ dan $q”_x(L, t)$.

Analisis Perilaku Termal Transien

  • Kondisi Batas ($x = 0$): Suhu tetap bernilai konstan $T(0, t) = T_o$.
  • Kondisi Batas ($x = L$): Terkena konveksi dengan fluida $T_\infty > T_o$.
  • Awal Proses ($t = 0^+$): Panas mengalir masuk ke dalam dinding pada $x = L$ karena $T_\infty > T(L, 0) = T_o$.
  • Seiring Berjalannya Waktu ($t > 0$): Pembangkitan energi $\dot{q}$ yang besar memanaskan bagian dalam dinding secara drastis hingga suhu di dalam dinding $T(x, t)$ melampaui $T_\infty$.
  • Kondisi Khusus Waktu Antara ($t = t_i$): Pada waktu tertentu, suhu permukaan $T(L, t_i)$ tepat sama dengan $T_\infty$. Pada saat ini, tidak ada perpindahan panas konveksi di $x = L$, yang berarti fluks panas $q”_x(L, t_i) = 0$ (gradien suhu $\partial T / \partial x\vert{}_{x = L} = 0$).
  • Kondisi Tunak ($t \to \infty$): Profil suhu $T(x, \infty)$ berbentuk parabola cembung (cekung ke bawah) karena adanya $\dot{q}$. Puncak parabola $T_{max} > T_\infty$ berada di dalam dinding. Panas mengalir keluar di kedua batas ($x = 0$ dan $x = L$).

(a) Sketsa Distribusi Suhu $T – x$

Buat grafik dengan sumbu vertikal $T$ dan sumbu horizontal $x$ (dari $x = 0$ hingga $x = L$). Tandai batas suhu $T_o$ dan $T_\infty$ pada sumbu $T$.

  • Garis $t \le 0$ (Awal):

Garis lurus horizontal mendatar pada $T = T_o$ dari $x = 0$ hingga $x = L$.

  • Garis $t_1$ (Waktu Antara Awal):

Kurva melengkung ke atas. Di $x = 0$, $T(0) = T_o$. Suhu meningkat sepanjang $x$ dan mencapai nilai terhitung di bawah $T_\infty$ pada $x = L$. Kemiringan di $x = L$ positif ($\frac{\partial T}{\partial x} > 0$), menandakan panas mengalir masuk dari fluida.

  • Garis $t_i$ (Kondisi Khusus: Fluks Nol pada $x = L$):
  1. Kurva melengkung naik dari $T(0) = T_o$ hingga mencapai puncaknya persis pada $x = L$ dengan nilai $T(L, t_i) = T_\infty$.
  2. Fitur Utama: Garis singgung di $x = L$ bersifat horizontal tegak lurus ($\frac{\partial T}{\partial x}\Big\vert{}_{x = L} = 0$).
  • Garis $t_2$ (Waktu Antara Lanjut, $t_2 > t_i$):
  1. Suhu di dalam dinding memuncak melebihi $T_\infty$.
  2. Suhu pada $x = L$ bertambah naik hingga $T(L, t_2) > T_\infty$. Kemiringan pada $x = L$ sekarang negatif ($\frac{\partial T}{\partial x} < 0$), menandakan panas mulai mengalir keluar ke fluida.
  • Garis $t \to \infty$ (Kondisi Tunak / Steady-State):

Parabola cembung tertinggi. Berawal dari $T(0) = T_o$, naik parabola mencapai nilai maksimum $T_{max}$ di titik tengah dinding, lalu menurun ke nilai $T(L, \infty) > T_\infty$ pada $x = L$.

AVvXsEhnhylBxNDP12abGTGXyzHs8WkuPi 78K8zS6RwN66DZtwD6b5 vixQ3nwemgd7NiOoNyGvdRjfJlr4x f6FXa2H50S10 EcNvPgNgGbmtaT4zn

(b) Sketsa Fluks Kalor Terhadap Waktu $q”_x – t$

Catatan Arah Fluks berdasarkan Hukum Fourier ($q”_x = -k \frac{\partial T}{\partial x}$):

  • Sumbu $y$: Fluks Kalor $q”_x$ (positif = ke kanan / sumbu $+x$, negatif = ke kiri / sumbu $-x$).
  • Sumbu $x$: Waktu $t$ (mulai dari $t = 0$).

Kurva Fluks pada $x = 0$, yaitu $q”_x(0, t)$:

  • Pada $t = 0$, $q”_x(0, 0) = 0$ (karena dinding awalnya seragam pada $T_o$).
  • Seiring $t > 0$, pembangkitan panas $\dot{q}$ memanaskan material internal, membuat suhu di sekitar $x = 0$ naik. Panas terkonduksi keluar menuju batas $x = 0$ (berlawanan sumbu $+x$).
  • Oleh karena itu, $q”_x(0, t)$ bernilai negatif untuk seluruh $t > 0$, nilainya makin negatif secara asimtotik hingga mencapai nilai tunak konstan $q”_x(0, \infty) < 0$.

Kurva Fluks pada $x = L$, yaitu $q”_x(L, t)$:

  • Pada $t = 0^+$, fluida bersuhu $T_\infty > T_o$ langsung memanaskan permukaan, sehingga panas mengalir masuk ke dinding (searah sumbu $+x$). Nilai $q”_x(L, 0^+) > 0$ berharga positif melompat naik.
  • Seiring berjalannya waktu ($t > 0$), akibat pembangkitan $\dot{q}$, suhu dinding $T(L, t)$ meningkat mendaki ke $T_\infty$. Fluks positif ini menurun hingga tepat bernilai nol pada $t = t_i$ ($q”_x(L, t_i) = 0$).
  • Untuk $t > t_i$, suhu $T(L, t)$ melebihi $T_\infty$. Arah aliran panas berbalik mengalir keluar dari dinding ke fluida (berlawanan sumbu $+x$), sehingga $q”_x(L, t)$ menjadi negatif dan mendekati nilai tunak konstan $q”_x(L, \infty) < 0$.

AVvXsEjzVMYT0Dxrs3G2KDo8zPokvOeI5gos4TVO6Kb13J9WmBTgr45Jep6zqonelev1r31N4EfyaLUolVLrT2hrZHardF ISy9y4LTpxUBEwfmc AP2tzJbSz92rGeuDThLr9c 44o UyEhYzps3u7bPRlTSwtXLfL AG W3Dvd5vJ6MHAmmLE52w hdTYblV1L

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Artikel Populer