BerandaSainsFisikaTransfer Kalor dan Massa - Perkenalan Konduksi Bagian 2.48

Transfer Kalor dan Massa – Perkenalan Konduksi Bagian 2.48

Sebuah partikel berbentuk bola dengan jari-jari $r_1$ mengalami pembangkitan panas seragam dengan laju $q$. Partikel tersebut diselubungi oleh cangkang bola dengan jari-jari luar $r_2$ yang didinginkan oleh udara sekitar. Konduktivitas termal partikel dan cangkang masing-masing adalah $k_1$ dan $k_2$, dengan $k_1 = 2k_2$.

AVvXsEg9occwml9tG5V EsaGvLlOvDZivJzkfnOu TPCAZgowV6 bhmnko7NkyCP6z6X26yIBEPKMOqdhYCjcfYscQkytu61 6w3XWRHsa2P8ywZEsaN3sZq9s8fLwRySzS MECGyVnzlUF B6xGx

(a) Dengan menerapkan prinsip kekekalan energi pada volume kendali bola A, yang ditempatkan pada lokasi sembarang di dalam bola, tentukan hubungan antara gradien suhu $\frac{dT}{dr}$ dan jari-jari lokal $r$, untuk $0 \leq r \leq r_1$.

(b) Dengan menerapkan prinsip kekekalan energi pada volume kendali bola B, yang ditempatkan pada lokasi sembarang di dalam cangkang bola, tentukan hubungan antara gradien suhu $\frac{dT}{dr}$ dan jari-jari lokal $r$, untuk $r_1 \leq r \leq r_2$.

(c) Pada koordinat $T − r$, buatlah sketsa distribusi suhu untuk rentang $0 \leq r \leq r_2$.

(a) Hubungan Gradien Suhu di Dalam Partikel Bola ($0 \leq r \leq r_1$)

Tinjau Volume Kendali Bola A dengan jari-jari sembarang $r$ di mana $0 \le r \le r_1$:

  • Volume bola kendali A ($V_A$): $V_A = \frac{4}{3} \pi r^3$
  • Luas permukaan bola kendali A ($A_r$): $A_r = 4 \pi r^2$

Kita hitung laju pembangkitan energi di dalam bola A:

$$\dot{E}_{gen} = \dot{q} \cdot V_A \rightarrow \dot{E}_{gen} = \dot{q} \left(\frac{4}{3} \pi r^3 \right)$$

Kita hitung laju konduksi panas yang keluar melalui permukaan bola A:

$$\dot{E}_{out} = q_r$$

$$\dot{E}_{out} = -k_1 A_r \frac{dT_1}{dr}$$

$$\dot{E}_{out} = -k_1 (4 \pi r^2) \frac{dT_1}{dr}$$

Berdasarkan prinsip kekekalan energi pada kondisi tunak (steady-state):

$$\dot{E}_{gen} = \dot{E}_{out}$$

$$\dot{q} \left(\frac{4}{3} \pi r^3 \right) = -k_1 (4 \pi r^2) \frac{dT_1}{dr}$$

$$\dot{q} \left(\frac{1}{3} r \right) = -k_1 \frac{dT_1}{dr}$$

$$-\frac{\dot{q} r}{3 k_1} = \frac{dT_1}{dr}$$

Sehingga kita bisa menyimpulkan dua jawaban:

$$\mathbf{\frac{dT_1}{dr} = -\frac{\dot{q} r}{3 k_1}}$$

$$\mathbf{\frac{dT_1}{dr} = -\frac{\dot{q} r}{6 k_2}}$$

Gradien suhu di dalam partikel berbanding lurus secara linear dengan jari-jari $r$ dan bernilai negatif (suhu makin turun ke arah luar).

AVvXsEgJdG1qhbPMj31 aP OFPxr8CpA5G8pfSWXiRdECezI0cBd6HTeMsLLDJmnp3A1qqFZlTWgLavlexfdx5 j dSvvKdFoHaYt9rBSmNWnuD7tMAzoxqbLY0m8rmRBUht

(b) Hubungan Gradien Suhu di Dalam Cangkang Bola ($r_1 \leq r \leq r_2$)

Tinjau Volume Kendali Bola B dengan jari-jari sembarang $r$ di mana $r_1 \le r \le r_2$:

  • Total volume pembangkitan di dalam $r_1$: $V_1 = \frac{4}{3} \pi r_1^3$
  • Luas permukaan bola B pada jari-jari $r$ ($A_r$): $A_r = 4 \pi r^2$

Kita hitung laju pembangkitan energi di dalam bola B:

$$\dot{E}_{gen} = \dot{q} \cdot V_A \rightarrow \dot{E}_{gen} = \dot{q} \left(\frac{4}{3} \pi r_1^3 \right)$$

Kita hitung laju konduksi panas yang keluar melalui permukaan bola A:

$$\dot{E}_{out} = q_r$$

$$\dot{E}_{out} = -k_2 A_r \frac{dT_2}{dr}$$

$$\dot{E}_{out} = -k_2 (4 \pi r_2^2) \frac{dT_2}{dr}$$

Berdasarkan prinsip kekekalan energi pada kondisi tunak (steady-state):

$$\dot{E}_{gen} = \dot{E}_{out}$$

$$\dot{q} \left(\frac{4}{3} \pi r_1^3 \right) = -k_2 (4 \pi r_2^2) \frac{dT_2}{dr}$$

$$\dot{q} \left(\frac{1}{3} r_1^3 \right) = -k_2 \cdot r_2^2 \cdot \frac{dT_2}{dr}$$

$$-\frac{\dot{q} r_1^3}{3 k_2 r_2^2} = \frac{dT_2}{dr}$$

Sehingga kita bisa menyimpulkan

$$\mathbf{\frac{dT_2}{dr} = -\frac{\dot{q} r_1^3}{3 k_2 r_2^2}}$$

Gradien suhu di dalam cangkang berbanding terbalik dengan kuadrat jari-jari $r^2$ ($\frac{dT}{dr} \propto -\frac{1}{r^2}$).

AVvXsEgJdG1qhbPMj31 aP OFPxr8CpA5G8pfSWXiRdECezI0cBd6HTeMsLLDJmnp3A1qqFZlTWgLavlexfdx5 j dSvvKdFoHaYt9rBSmNWnuD7tMAzoxqbLY0m8rmRBUht

(c) Sketsa Distribusi Suhu $T – r$ ($0 \leq r \leq r_2$)

Untuk membuat sketsa distribusi suhu yang tepat, perhatikan fitur-fitur utama berikut:

  • Di Pusat Bola ($r = 0$):

Gradien suhu bernilai nol ($\frac{dT}{dr} \Big \vert{}_{r = 0} = 0$), sehingga kurva berbentuk horizontal di pusat dan mencapai suhu puncak $T_{max}$.

  • Di Dalam Partikel ($0 < r < r_1$):

Profil suhu berbentuk parabola cekung ke bawah ($T \propto -r^2$), dengan kelengkungan melandai turun menuju antarmuka $r_1$.

  • Di Antarmuka ($r = r_1$):

Suhu bersifat kontinu ($T_1(r_1) = T_2(r_1)$).

Karena kesetimbangan fluks kalor $\left(k_1 \left. \frac{dT_1}{dr} \right \vert{}_{r_1} = k_2 \left. \frac{dT_2}{dr} \right \vert{}_{r_1} \right)$ dan diketahui $(k_1 = 2k_2)$ maka kemiringan di sisi cangkang 2 kali lebih curam dibanding di sisi partikel $\left(\left. \frac{dT_2}{dr} \right\vert{}_{r_1} = 2 \left. \frac{dT_1}{dr} \right\vert{}_{r_1} \right)$

  • Di Dalam Cangkang ($r_1 < r \leq r_2$):

Profil suhu berbentuk kurva hiperbolik/cekung ke atas ($T \propto \frac{1}{r}$).

  • Di Permukaan Luar ($r = r_2$):

Suhu permukaan $T(r_2) > T_\infty$, kemudian mengalami penurunan konveksi ke udara sekitar.

AVvXsEjjB xlAer4mLvrF Q 6eLTYgvhhuz7LpZOuvZSG6UfihxZ4BgTlbDh4yNXlEnEzLjb2aVvNZnKK1R5258sHSmbCxz3ckfKREyJ9fBRzBlnFcJ uGKI3 B4NS94o7LN0S5rK8bJMI4AA PUV yLCB

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Artikel Populer