BerandaSainsFisikaTransfer Kalor dan Massa - Perkenalan Konduksi Bagian 2.44

Transfer Kalor dan Massa – Perkenalan Konduksi Bagian 2.44

Perhatikan distribusi suhu keadaan tunak (steady-state) di dalam dinding komposit yang terdiri dari Material A dan Material B untuk kedua kasus yang ditampilkan. Tidak terdapat pembangkitan panas internal, dan proses konduksinya bersifat satu dimensi.

Cuplikan%20layar%202026 07 27%20194903

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk setiap kasus. Material mana yang memiliki konduktivitas termal lebih tinggi? Apakah konduktivitas termal berubah secara signifikan terhadap suhu? Jika ya, bagaimana perubahannya? Jelaskan distribusi fluks panas $q”_x(x)$ yang melalui dinding komposit tersebut. Jika ketebalan dan konduktivitas termal masing-masing material dilipatgandakan sementara suhu batas tetap sama, apa dampaknya terhadap distribusi fluks panas tersebut?

  1. Kasus 1. Distribusi suhu linear terjadi pada kedua material, seperti yang ditampilkan.
  2. Kasus 2. Distribusi suhu nonlinear terjadi pada kedua material, seperti yang ditampilkan.

Kasus 1 (Distribusi Suhu Linear)

Konduktivitas Termal Mana yang Lebih Tinggi?

Material A memiliki konduktivitas termal lebih tinggi ($k_A > k_B$).

Pada gambar Kasus 1, kemiringan suhu pada Material A lebih landai daripada Material B ($\left\vert{} \frac{dT}{dx} \right\vert{}_A < \left\vert{} \frac{dT}{dx} \right\vert{}_B$). Sesuai Hukum Fourier, kemiringan yang lebih landai mengindikasikan nilai $k$ yang lebih besar.

Apakah Konduktivitas Termal Berubah Terhadap Suhu?

Tidak. Konduktivitas termal $k_A$ dan $k_B$ bernilai konstan (tidak bergantung pada suhu).

Profil suhu $T(x)$ pada kedua material berbentuk garis lurus (linear), yang berarti kemiringannya $\frac{dT}{dx}$ bernilai konstan. Karena $q”_x$ konstan, maka $k$ juga harus konstan.

Fluks panas $q”_x(x)$ bernilai seragam dan konstan di sepanjang tebal dinding komposit dari $x = 0$ hingga $x = L_A + L_B$.

Jika ketebalan ($L$) dan konduktivitas ($k$) dilipatgandakan, fluks panas $q”_x(x)$ TIDAK BERUBAH (TETAP SAMA).

  • Hambatan termal konduksi total per satuan luas didefinisikan sebagai $R”_{tot} = \frac{L_A}{k_A} + \frac{L_B}{k_B}$.
  • Jika $L_A \to 2L_A$, $L_B \to 2L_B$ dan $k_A \to 2k_A$, $k_B \to 2k_B$, maka:

$$R”_{tot, baru} = \frac{2L_A}{2k_A} + \frac{2L_B}{2k_B}$$

$$R”_{tot, baru} = \frac{L_A}{k_A} + \frac{L_B}{k_B}$$

$$R”_{tot, baru} = R”_{tot, lama}$$

  • Karena beda suhu total $\Delta T = T(0) – T(L_A+L_B)$ tetap, maka $q”_x = \frac{\Delta T}{R”_{tot}}$ bernilai tetap.

Kasus 2 (Distribusi Suhu Nonlinear)

Konduktivitas Termal Mana yang Lebih Tinggi?

Material A memiliki konduktivitas termal lebih tinggi ($k_A > k_B$) di seluruh rentang suhu.

Di semua posisi $x$ (khususnya pada batas antarmuka material), kemiringan suhu pada Material A lebih landai daripada kemiringan suhu pada Material B ($\left\vert{} \frac{dT}{dx} \right\vert{}_A < \left\vert{} \frac{dT}{dx} \right\vert{}_B$).

Apakah Konduktivitas Termal Berubah Terhadap Suhu?

Ya. Konduktivitas termal bervariasi/berubah terhadap suhu.

  • Nilai $k_A$ menurun seiring penurunan suhu (atau meningkat seiring kenaikan suhu). Sepanjang Material A (ke arah kanan/suhu makin turun), kemiringan $\left\vert{} \frac{dT}{dx} \right\vert{}$ menjadi semakin curam (membengkok ke bawah). Agar $q”_x = -k \frac{dT}{dx}$ bernilai konstan, $k_A$ harus mengecil ketika suhu turun.
  • Nilai $k_B$ meningkat seiring penurunan suhu (atau menurun seiring kenaikan suhu). Sepanjang Material B (ke arah kanan/suhu makin turun), kemiringan $\left\vert{} \frac{dT}{dx} \right\vert{}$ menjadi semakin landai (membengkok cekung ke atas). Agar $q”_x$ konstan, $k_B$ harus membesar ketika suhu turun.

Fluks panas $q”_x(x)$ tetap bernilai seragam dan konstan di sepanjang tebal dinding komposit. Meskipun $T(x)$ dan $k(T)$ bervariasi non-linear, hasil kali $k(T) \cdot \frac{dT}{dx}$ di setiap titik $x$ bernilai konstan karena prinsip konservasi energi pada kondisi tunak.

Jika ketebalan ($L$) dan konduktivitas ($k$) dilipatgandakan, fluks panas $q”_x(x)$ TIDAK BERUBAH (TETAP SAMA).

Jika fungsi konduktivitas $k(T)$ dilipatgandakan menjadi $2k(T)$ dan ketebalan $L$ dilipatgandakan menjadi $2L$, efek dari kedua perubahan tersebut saling meniadakan secara presisi pada integrasi persamaan Fourier.

$$q”_x \int_0^{2L} dx = -\int_{T_{masuk}}^{T_{keluar}} 2k(T) \ dT$$

$$q”_x (2L) = 2 \int k(T) \ dT$$

$$q”_x L = \int k(T) \ dT$$

Oleh karena itu, besarnya fluks kalor konduksi $q”_x$ tidak mengalami perubahan.

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Artikel Populer