BerandaSainsFisikaTransfer Kalor dan Massa - Perkenalan Konduksi Bagian 2.12

Transfer Kalor dan Massa – Perkenalan Konduksi Bagian 2.12

Gunakan IHT untuk melakukan tugas-tugas berikut.

(a) Buatlah grafik konduktivitas termal tembaga murni, aluminium 2024, dan baja tahan karat AISI 302 pada rentang suhu $300 \leq T \leq 600 \text{ K}$. Tampilkan semua data dalam satu grafik, dan berikan komentar mengenai tren yang kamu amati.

(b) Buatlah grafik konduktivitas termal helium dan udara pada rentang suhu $300 \text{ K} \leq T \leq 800 \text{ K}$. Tampilkan data tersebut dalam satu grafik, dan berikan komentar mengenai tren yang Anda amati.

(c) Buatlah grafik viskositas kinematik oli mesin, etilena glikol, dan air cair pada rentang suhu $300 \leq \text{ K} T \leq 360 \text{ K}$. Tampilkan semua data dalam satu grafik, dan berikan komentar mengenai tren yang Anda amati.

(d) Buatlah grafik konduktivitas termal nanofluida air-Al2O3 pada $T = 300 \text{ K}$ terhadap rentang fraksi volume $0 \leq \phi \leq 0,08$. Lihat Contoh 2.2.

(a) Konduktivitas Termal Logam (Tembaga, Al 2024, AISI 302)

  • Tembaga Murni (Pure Copper) memiliki $k$ paling tinggi ($\approx 401 \text{ W/m} \cdot \text{K}$ pada $300 \text{ K}$). Nilai $k$ menurun seiring kenaikan suhu karena hambatan getaran kisi (phonon scattering) dan interaksi elektron bebas yang makin dominan pada suhu tinggi.
  • Aluminium 2024-T6 memiliki $k$ sedang ($\approx 177 \text{ W/m} \cdot \text{K}$ pada $300 \text{ K}$). Nilai $k$ meningkat sedikit seiring kenaikan suhu pada rentang ini.
  • Baja Tahan Karat AISI 302 (Stainless Steel) memiliki $k$ paling rendah ($\approx 15,1 \text{ W/m} \cdot \text{K}$ pada $300 \text{ K}$). Nilai $k$ meningkat secara bertahap seiring kenaikan suhu. Struktur paduan kompleks membatasi jalur bebas rata-rata elektron, sehingga komponen fonon berperan lebih besar pada suhu yang lebih tinggi.

AVvXsEhMuA1cJi BxPE l1EeneUkHzEAnp6hBbEkrk5j8kCmPWEzYK7MuN pfOuZ ZyPzvk52v7Ah87LQo1TgcRdPRV7O3lEb5Vf0DR muM7pmpMT2AF MQ2VKEivPLZxzolw8hYOBBzTI 81kjBOePEIQ1 w57ULY6ViZJglMjf0DhXgrn3pGCQcOTehR j3nMy

(b) Konduktivitas Termal Gas (Helium dan Udara)

  • Helium memiliki $k$ jauh lebih tinggi dibanding udara (sekitar 5–6 kali lipat) karena helium merupakan gas monoatomik ringan dengan kecepatan termal molekul yang jauh lebih tinggi.
  • Untuk kedua gas, $k$ meningkat seiring bertambahnya suhu ($k \propto T^{0.7}-T^{0.8}$). Hal ini terjadi karena peningkatan kecepatan rata-rata molekul memfasilitasi transfer energi kinetik molekuler yang lebih cepat melalui benturan.

AVvXsEixD1fd4VqxSUMkvPvJ2O5GWN2D3D6 z QPQ4FbQ9AJtjuoG gd OQoErBj95ClJWWLqmLx4anf2MgViwQnXHO3hfPDycH3 nNHICPf4nJl6xdCxMk0SG0ixXdzoqH

(c) Viskositas Kinematik Cairan (Oli Mesin, Etilena Glikol, Air)

  • Oli mesin memiliki viskositas kinematik ($\nu = \mu/\rho$) paling tinggi, diikuti oleh etilena glikol, dan air cair memiliki viskositas paling rendah.
  • Viskositas kinematik ketiga cairan menurun secara eksponensial seiring kenaikan suhu. Kenaikan suhu melemahkan gaya tarik intermolekul (ikatan kohesi) pada fase cair, sehingga hambatan geser fluida berkurang secara signifikan.

AVvXsEiU7HtkzvLLVHUb4tmZ4ymDKbgyFjjtTiEhADiJmP HLgBfdiUn84cy0hVl32tcb85PD8Mre9WYgsRCQ4mKSVhHvtv WtnkGJl0QfWGX7YHlB4hoa1yW8UurXdi3hPjI1h7lozpufFJ1eXy6cKodZcnFHoOReDRMLyyLI 5VvHNVYL K2VX7KqBHRi viYg

(d) Konduktivitas Termal Nanofluida Air-$\text{Al}_2\text{O}_3$

Sesuai model Maxwell pada Contoh 2.2:

$$k_{\text{nf}} = \left[ \frac{k_p + 2k_{\text{bf}} + 2\phi(k_p – k_{\text{bf}})}{k_p + 2k_{\text{bf}} – \phi(k_p – k_{\text{bf}})} \right] k_{\text{bf}}$$

Dengan parameter pada $T = 300\text{ K}$:

  • Fluida dasar ($\text{H}_2\text{O}$): $k_{\text{bf}} = 0,613 \text{ W/m} \cdot \text{K}$
  • Nanopartikel ($\text{Al}_2\text{O}_3$): $k_p = 36 \text{ W/m}\cdot\text{K}$

Substitusikan nilai-nilainya:

$$k_{\text{nf}} = \left[ \frac{k_p + 2k_{\text{bf}} + 2 \phi (k_p – k_{\text{bf}})}{k_p + 2k_{\text{bf}} – \phi(k_p – k_{\text{bf}})} \right] k_{\text{bf}}$$

$$k_{\text{nf}} = \left[ \frac{36 + 2 \cdot 0,613 + 2 \phi(36 – 0,613)}{36 + 2 \cdot 0,613 – \phi(36 – 0,613)} \right] \cdot 0,613$$

$$k_{\text{nf}} = \left[ \frac{36 + 1,226 + 2 \phi(35,387)}{36 + 1,226 – \phi(35,387)} \right] \cdot 0,613$$

$$k_{\text{nf}} = \left[ \frac{37,226 + 70,774 \phi}{37,226 – 35,387 \phi} \right] \cdot 0,613$$

$$k_{\text{nf}} = \frac{22,819 + 43,384 \phi}{37,226 – 35,387 \phi}$$

Maka fungsi yang bisa kita gunakan untuk menghitung konduktivitas nanofluida dengan menggunakan pendekatan fraksi volume nanopartikel

$$\mathbf{k_{\text{nf}} \approx \frac{22,819 + 43,384 \phi}{37,226 – 35,387 \phi}}$$

Konduktivitas termal nanofluida ($k_{\text{nf}}$) meningkat secara linier seiring bertambahnya fraksi volume nanopartikel ($\phi$). Kehadiran partikel padat bermaterial konduktivitas tinggi ($\text{Al}_2\text{O}_3$) secara langsung meningkatkan kemampuan konduksi efektif dari campuran fluida.

AVvXsEg7X2cVHi0qAdR yduF2155y5dNTxsbSkb3suujPlTVEyAbWjJQUgVnDH0oOMM1LNSEtT iruFrLzP Jf6ujBz72xpYEvCuT6LupUor38F1TYSvn5H 41W0PhbuGIrOS7UneQ2Jgxg3MoC1M2JlG9p0

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Artikel Populer