BerandaSainsFisikaTransfer Kalor dan Massa - Perkenalan Bagian 1.20

Transfer Kalor dan Massa – Perkenalan Bagian 1.20

Untuk proses pendidihan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.5c, suhu lingkungan $T_{\infty}$ dalam hukum pendinginan Newton digantikan oleh suhu jenuh fluida, $T_{sat}$. Tinjau situasi di mana fluks kalor dari pelat panas adalah $q” = 20 \times 10^5 \text{ W/m}^2$. Jika fluida tersebut adalah air pada tekanan atmosfer dan koefisien perpindahan kalor konveksi adalah $20 \times 10^3 \text{ W/m}^2 \cdot \text{K}$, tentukan suhu permukaan atas pelat, $T_{s,w}$. Dalam upaya untuk meminimalkan suhu permukaan, seorang teknisi mengusulkan penggantian air dengan fluida dielektrik yang memiliki suhu jenuh $T_{sat,d} = 325,15 \text{ K}$. Jika koefisien perpindahan kalor yang terkait dengan fluida dielektrik tersebut adalah $h_d = 3 \times 10^{3} \text{ W/m}^2 \cdot \text{K}$, apakah rencana teknisi tersebut akan berhasil?

AVvXsEgiMhToMG8 3myC9mmjKWiGupXqs4PSKd7ZwpdCqN6dTD560zXloXCWF4aJ7QLTiOLuYS xG T7v XrZi9u3 GZ HKVI8mqIc3hkkjJClbD0g ld9xEbuurv0DikoWCYcKDydyBb3s7ruABJ4VNlQadm bwRY87GkChZFOIpaqlSyq b H h j5SATU40Tr

Kita identifikasi data yang diperlukan

  • Fluks Kalor ($q”$): $20 \times 10^5 \text{ W/m}^2$
  • Koefisien Perpindahan Kalor Air ($h_{air}$): $20000 \text{ W/m}^2 \cdot \text{K}$
  • Koefisien Perpindahan Kalor Dielektrik ($k_{dielektrik}$): $3000 \text{ W/m}^2 \cdot \text{K}$
  • Suhu Jenuh Air ($T_{sat,a}$): $373,15 \text{ K}$
  • Suhu Jenuh Fluida ($T_{sat,d}$): $325,15 \text{ K}$

Kita cari nilai suhu permukaan atas pelat menggunakan hukum pendinginan Newton

$$q”_{air} = h_{air} (T_s – T_{sat})$$

$$20 \times 10^5 = 20 \times 10^3 \cdot (T_s – 373,15)$$

$$T_{s,air} – 373,15 = \frac{20 \times 10^5}{20 \times 10^3}$$

$$T_{s,air} – 373,15 = 100$$

$$\mathbf{T_{s,air} = 473,15 \text{ K}}$$

Kita cari nilai suhu permukaan atas pelat menggunakan hukum pendinginan Newton

$$q”_{dielektrik} = h_{dielektrik} (T_s – T_{sat})$$

$$20 \times 10^5 = 3 \times 10^3 \cdot (T_s – 325,15)$$

$$T_{s,dielektrik} – 325,15 = \frac{20 \times 10^5}{3 \times 10^3}$$

$$T_{s,dielektrik} – 325,15 = 666,666$$

$$\mathbf{T_{s,dielektrik} = 991,816 \text{ K}}$$

Rencana teknisi tersebut GAGAL TOTAL.

Meskipun fluida dielektrik memiliki suhu jenuh yang jauh lebih rendah ($325,15 \text{ K}$ dibanding $373,15 \text{ K}$), fluida tersebut memiliki sifat termofisika yang buruk untuk mendidih sehingga koefisien konveksinya jatuh drastis menjadi hanya $3.000 \text{ W/m}^2\cdot\text{K}$.

Akibat rendahnya koefisien konveksi ini, hambatan termal pelat untuk membuang panas menjadi sangat besar. Suhu permukaan pelat justru melonjak ekstrem dari yang semula $473,15 \text{ K}$ (saat menggunakan air) meroket menjadi $991,816 \text{ K}$ (saat menggunakan cairan dielektrik). Kenaikan suhu yang sangat tinggi ini justru berisiko melelehkan atau merusak pelat panas tersebut.

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Artikel Populer