Dengan menggunakan data untuk aluminium pada Tabel 3.1, hitunglah jarak antarbidang untuk himpunan bidang (110).
Aluminium merupakan logam dengan struktur sistem kristal berupa kubik. Kubik tersebut tersusun dalam sistem Kubik-Berpusat Muka (FCC). Sudah berkali-kali kita singgung bahwa rusuk kubus pada struktur FCC dapat dicari dengan
$$a = 2r\sqrt{2}$$
Substitusikan nilai jari-jari aluminium, yaitu $0,143 \text{ nm}$
$$a = 2 \cdot 1,43 \times 10^{-10} \cdot 1,414$$
$$a = 4,044 \times 10^{-10} \text{ m}$$
Karena aluminium memiliki simetri kubik (FCC), rumus jarak antarbidang ortorombik menyusut menjadi persamaan simetri kubik yang lebih sederhana seperti yang telah kita bahas sebelumnya:
$$d_{hkl} = \frac{a}{\sqrt{h^2 + k^2 + l^2}}$$
$$d_{hkl} = \frac{4,044}{\sqrt{1^2 + 1^2 + 0^2}}$$
$$d_{hkl} = \frac{4,044}{\sqrt{1 + 1 + 0}}$$
$$d_{hkl} = \frac{2,86 \sqrt{2}}{\sqrt{2}}$$
$$d_{hkl} = 2,86 \times 10^{-10} \text{ m}$$

