Modern Physics - Relativity I (1-5 Answer)
1. Penjelasan Detail
Hubungan Posisi dan Percepatan antar Kerangka
Berdasarkan transformasi kinematika, jika kerangka $S'$ bergerak dengan percepatan $a_1$ terhadap $S$, maka posisi partikel di $S$ ($x$) dan di $S'$ ($x'$) dihubungkan oleh persamaan (asumsi bergerak searah sumbu x):
Jika kita turunkan dua kali terhadap waktu ($t$), kita mendapatkan hubungan percepatan partikel di kedua kerangka tersebut:
Turunan pertama (kecepatan): $v' = v - (v_0 + a_1 t)$
Turunan kedua (percepatan): $a' = a - a_1$
Atau bisa ditulis: $a = a' + a_1$
Substitusi ke Hukum Kedua Newton
Kita tahu bahwa di kerangka lab ($S$), berlaku:
Substitusikan nilai $a$ dari persamaan sebelumnya:
Analisis di Kerangka $S'$
Untuk melihat apakah hukum ini valid di $S'$, kita harus menyisihkan percepatan $a'$ (percepatan yang diukur di kerangka $S'$):
Di dalam kerangka acuan $S'$, hasil kali massa dan percepatan ($ma'$) tidak hanya sama dengan total gaya aktual ($\sum F_{aktual}$), tetapi ada tambahan suku gaya fiktif sebesar $-ma_1$.
Karena $\sum F_{aktual} \neq ma'$, maka terbukti bahwa Hukum Kedua Newton tidak valid dalam kerangka acuan yang dipercepat (kerangka non-inersia) jika hanya melibatkan gaya-gaya fisis/aktual saja.
2. Penjelasan Detail
Hitung Kecepatan Akhir ($V$) di Kerangka Diam ($S$):
Berdasarkan hukum kekekalan momentum:
Transformasi Kecepatan ke Kerangka Bergerak ($S'$):
Gunakan transformasi Galilean $u' = u - v$, di mana $v = 10 \text{ m/s}$:
$u'_1 = 20 - 10 = 10 \text{ m/s}$
$u'_2 = 0 - 10 = -10 \text{ m/s}$
$V' = V - 10 = 11,43 - 10 = 1,43 \text{ m/s}$
Cek Kekekalan Momentum di Kerangka $S'$:
Momentum Awal ($P'_{awal}$):
$$P'_{awal} = m_1 u'_1 + m_2 u'_2$$$$P'_{awal} = (2000)(10) + (1500)(-10)$$$$P'_{awal} = 20.000 - 15.000 = \mathbf{5000 \text{ kg}\cdot\text{m/s}}$$
Momentum Akhir ($P'_{akhir}$):
$$P'_{akhir} = (m_1 + m_2)V'$$$$P'_{akhir} = (3500)(1,43)$$$$P'_{akhir} = \mathbf{5005 \text{ kg}\cdot\text{m/s}}$$
Mencari Kecepatan Akhir ($v_1$ dan $v_2$) di Kerangka Diam ($S$):
Dalam tumbukan elastis, kita gunakan hukum kekekalan momentum dan persamaan restitusi:
Mencari Kecepatan Akhir ($v_1$ dan $v_2$) di Kerangka Diam ($S$):
Dalam tumbukan elastis, kita gunakan hukum kekekalan momentum dan persamaan restitusi:
Persamaan 1 (Momentum):
$m_1 u_1 + m_2 u_2 = m_1 v_1 + m_2 v_2$
$(0,3)(5) + (0,2)(-3) = 0,3 v_1 + 0,2 v_2$
$1,5 - 0,6 = 0,3 v_1 + 0,2 v_2 \rightarrow \mathbf{0,9 = 0,3 v_1 + 0,2 v_2}$
Persamaan 2 (Lenting Sempurna):
$v_2 - v_1 = -(u_2 - u_1)$
$v_2 - v_1 = -(-3 - 5) \rightarrow \mathbf{v_2 - v_1 = 8}$ atau $v_2 = v_1 + 8$
Substitusi:
$0,9 = 0,3 v_1 + 0,2(v_1 + 8)$
$0,9 = 0,5 v_1 + 1,6$
$-0,7 = 0,5 v_1 \rightarrow \mathbf{v_1 = -1,4 \text{ m/s}}$
$\mathbf{v_2 = 6,6 \text{ m/s}}$
Transformasi ke Kerangka $S'$ ($v_{frame} = -2 \text{ m/s}$):
Gunakan rumus $u' = u - v_{frame}$:
Awal:
$u'_1 = 5 - (-2) = 7 \text{ m/s}$
$u'_2 = -3 - (-2) = -1 \text{ m/s}$
Akhir:
$v'_1 = -1,4 - (-2) = 0,6 \text{ m/s}$
$v'_2 = 6,6 - (-2) = 8,6 \text{ m/s}$
Cek Kekekalan Momentum di $S'$:
Momentum Awal ($P'_{awal}$):
$P'_{awal} = (0,3)(7) + (0,2)(-1) = 2,1 - 0,2 = \mathbf{1,9 \text{ kg}\cdot\text{m/s}}$
Momentum Akhir ($P'_{akhir}$):
$P'_{akhir} = (0,3)(0,6) + (0,2)(8,6) = 0,18 + 1,72 = \mathbf{1,9 \text{ kg}\cdot\text{m/s}}$
(a) Menentukan Persamaan Waktu
Perjalanan Sejajar Angin (Upwind-Downwind)
Saat melawan angin (upwind), kecepatan efektif: $c - v$. Waktu: $t_{up} = \frac{L}{c-v}$
Saat searah angin (downwind), kecepatan efektif: $c + v$. Waktu: $t_{down} = \frac{L}{c+v}$
Waktu Total ($t_1$):
$$t_1 = \frac{L}{c-v} + \frac{L}{c+v} = \frac{L(c+v) + L(c-v)}{c^2 - v^2} = \frac{2Lc}{c^2 - v^2}$$Sering ditulis dalam bentuk: $t_1 = \frac{2L}{c} \left( \frac{1}{1 - v^2/c^2} \right)$
Perjalanan Tegak Lurus Angin (Crosswind)
Untuk bergerak tegak lurus terhadap arah angin, pesawat harus mengarah sedikit menyerong agar resultan kecepatannya tepat lurus. Berdasarkan dalil Pythagoras, kecepatan efektifnya adalah $\sqrt{c^2 - v^2}$.
Waktu Total ($t_2$):
$$t_2 = \frac{L}{\sqrt{c^2 - v^2}} + \frac{L}{\sqrt{c^2 - v^2}} = \frac{2L}{\sqrt{c^2 - v^2}}$$Sering ditulis dalam bentuk: $t_2 = \frac{2L}{c} \left( \frac{1}{\sqrt{1 - v^2/c^2}} \right)$
Perbandingan:
Dapat dilihat bahwa $t_1 > t_2$. Perjalanan sejajar arah angin memakan waktu lebih lama daripada perjalanan tegak lurus.
(b) Menghitung Selisih Waktu ($\Delta t$)
Substitusikan nilai: $L = 100$, $c = 500$, $v = 100$.
Menghitung $t_1$:
$$t_1 = \frac{2(100)(500)}{500^2 - 100^2} = \frac{100.000}{250.000 - 10.000} = \frac{100.000}{240.000} = \frac{10}{24} \approx 0,41667 \text{ jam}$$
Menghitung $t_2$:
$$t_2 = \frac{2(100)}{\sqrt{500^2 - 100^2}} = \frac{200}{\sqrt{240.000}} = \frac{200}{489,9} \approx 0,40825 \text{ jam}$$
Selisih Waktu ($\Delta t$):
$$\Delta t = t_1 - t_2 = 0,41667 - 0,40825 = 0,00842 \text{ jam}$$Konversi ke menit: $0,00842 \times 60 \approx \mathbf{0,505 \text{ menit}}$ (sekitar 30,3 detik).
Waktu tempuh untuk rute sejajar angin lebih lama dibandingkan rute tegak lurus. Dalam eksperimen Michelson-Morley, perbedaan waktu inilah yang seharusnya menyebabkan pergeseran pola interferensi cahaya jika "eter" itu ada.
5. Penjelasan Detail
Masukkan perbandingan ke dalam rumus
Kita ingin agar $\Delta t' = \frac{1}{2} \Delta t$. Maka:
Hilangkan variabel $\Delta t$ dan kuadratkan kedua ruas
Pindahkan ruas untuk mencari $v$
Hasil Akhir
Posting Komentar untuk "Modern Physics - Relativity I (1-5 Answer)"