Hukum Termodinamika 0
Hukum Termodinamika 0
Dua sampel gas:
- Sampel 1 dengan volume $V_1$ & tekanan $P_1$
- Sampel 2 dengan volume $V_2$ & tekanan $P_2$
a) Pada awalnya kedua sistem diisolasi satu dengan yang lain,
- Volume kedua sistem adalah tetap
- Terpasang pressure gauge (alat ukur tekanan).
b) Kedua sistem dikontakkan pada dindingnya & saling mempengaruhi
satu dengan yang lain,
- Teramati bahwa bacaan pressure gauge berubah terhadap waktu
- Pada akhirnya kedua tekanan mencapai $p_1$ dan $p_2$ yang tidak berubah terhadap waktu
- Sistem dikatakan berada dalam kontak termal
- Kedua sistem berada dalam kesetimbangan termal (thermal equilibrium)
c) Tiga sistem A, B, dan C disusun seperti gambar di bawah,
- Sistem A dan B berada dalam kontak termal.
- Sistem B dan C berada dalam kontak termal.
Susunan sistem ini dibiarkan beberapa saat sampai dicapai kesetimbangan termal sehingga
- Sistem A berada dalam kesetimbangan termal dengan B
- Sistem B berada dalam kesetimbangan termal dengan C
- Jika sistem A dan sistem C dipindahkan dari sistem B
- Kemudian sistem A ditempatkan dlm kontak termal dg sistem C
- Dapat diamati bahwa tidak terjadi perubahan sifat-sifat dari sistem A dan C dengan berubahnya waktu
- Oleh karena itu, sistem A dan C berada dalam kesetimbangan termal
Dua sistem yang keduanya dalam kesetimbangan termal dengan sistem ketiga adalah berada dalam kesetimbangan termal satu dengan yang lain
Temperatur
- Alat untuk mengukur temperatur adalah termometer.
- Sebagai keadaan acuan digunakanlah kondisi es mencair dan air mendidih.
Pembuatan termometer didasarkan pada hukum termodinamika ke-nol,
Apabila ada dua benda yang berada dalam kesetimbangan termal dengan benda ketiga, maka benda-benda tersebut berada dalam kesetimbangan termal satu dengan yang lain.
Jika benda ketiga diganti dengan termometer, maka hukum termodinamika ke-nol menjadi
Dua benda berada dalam kesetimbangan termal, jika kedua benda memiliki temperatur yang sama, meskipun tidak terjadi kontak antara benda kesatu dengan benda kedua.
Hukum Termodinamika 1
Pendahuluan
Usaha atau Kerja atau Work (Watt)
- Usaha adalah energi yang mengalir melalui bidang batas dan dapat menyebabkan perubahan kedudukan suatu massa yang terdapat di lingkungan.
- Usaha adalah bentuk energi.
- Usaha bukan merupakan sifat sistem, tetapi proses yang dilakukan oleh atau pada sistem.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan definisi usaha:
- Hanya terjadi pada bidang batas (boundary)
- Hanya ada selama terjadi perubahan sistem terhadap lingkungan
- Nilai usaha (W) bernilai:
- positif jika sistem melakukan usaha terhadap lingkungan.
- negatif jika sistem dikenai usaha dari lingkungan.
$$W = M \cdot g \cdot h$$
- $W$ melambangkan Usaha (Work) atau Energi Potensial Gravitasi ($E_p$ atau $U$).
- $M$ (atau sering kali $m$) melambangkan Massa (Mass) benda.
- $g$ melambangkan Percepatan Gravitasi (Acceleration due to gravity), biasanya sekitar $9.8 \text{ m/s}^2$ di permukaan bumi.
- $h$ melambangkan Ketinggian (Height) benda dari titik referensi.
Jika A adalah luas piston, dan tekanan ke bawah yang bekerja pd
$P_{\text{op}} = \frac{M \cdot g}{A}$
$W = P_{\text{op}} \cdot A \cdot h$
$W = P_{\text{op}} \cdot \Delta V $
$W = P_{\text{op}}{(V_2 - V_1)}$
$\Delta V = A \cdot h$
Usaha ekspansi selalu bernilai positif, karena volume akhir ($V_2$) lebih besar dari volume awal ($V_1$) atau ($V_1 < V_2$)
Jika usaha ekspansi dilakukan lebih dari 1 tingkat, misalnya 2 tingkat,
Usaha total yang dihasilkan adalah:
$W = W_1 + W_2$
$W = P'_{\text{op}}(V' - V_1) + P''_{\text{op}}(V_2 - V')$
Untuk kasus khusus: $P''_{\text{op}} = P_2$
Jika dibandingkan dengan ekspansi 1 tingkat, maka ekspansi 2 tingkat ini
menghasilkan usaha yang lebih besar.
Untuk ekspansi multistage, usaha yang dihasilkan merupakan jumlah usaha tiap-tiap tingkat.
Jika ܲ$P_{\text{op}}$ dibuat konstan, maka untuk usaha kecil $\partial W$
$\partial W = P_{\text{op}} dV$
Usaha total dihasilkan dg mengekspansikan dari $V_1$ menjadi $V_2$,
$W = \int_{1}^{2} \partial W = \int_{V_1}^{V_2} P_{\text{op}} dV$
$W = P_{\text{op}}(V_2 - V_1)$
Usaha Kompresi
- Usaha kompresi merupakan lawan dari usaha ekspansi.
- Keadaan 2 merupakan keadaan awal yang kemudian dikompresikan menjadi keadaan akhir
W = P_{\text{op}}(V_2 - V_1)
Kompresi satu tingkat
Kompresi dua tingkat
Besarnya usaha kompresi 2 tingkat adalah
$W = P'_{\text{op}}(V' - V_1) + P''_{\text{op}}(V_2 - V')$
Contoh Soal
Tiga mol gas ideal dikompresikan secara isotermal dari 60 L menjadi 20 L menggunakan tekanan konstan 5 atm. Tentukan besarnya usaha/kerja (W)
1. Hitung Perubahan Volume ($\Delta V$):
$$\Delta V = V_f - V_i = 20 \text{ L} - 60 \text{ L} = -40 \text{ L}$$
$$\Delta V = V_f - V_i = 20 \text{ L} - 60 \text{ L} = -40 \text{ L}$$
2. Hitung Usaha ($W$):
$$W = -P_{ext} \Delta V$$
$$W = - (5 \text{ atm}) (-40 \text{ L})$$
$$W = +200 \text{ L}\cdot\text{atm}$$
3. Konversi Satuan Usaha ke Joule (Satuan SI)
Untuk mengkonversi dari $\text{L}\cdot\text{atm}$ ke Joule, kita gunakan faktor konversi:
$$1 \text{ L}\cdot\text{atm} \approx 101.3 \text{ J}$$$$W = 200 \text{ L}\cdot\text{atm} \times \left( \frac{101.3 \text{ J}}{1 \text{ L}\cdot\text{atm}} \right)$$
$$W = 20,260 \text{ J}$$
$$W = 20.26 \text{ kJ}$$
Kalor (Heat/Q)
Kalor adalah energi yang mengalir melalui bidang batas karena ada perbedaan temperatur antara sistem dan lingkungan.
Sifat-sifat kalor adalah:
- hanya terjadi pada bidang batas
- hanya ada selama terjadi perubahan sistem terhadap lingkungan
Kalor bernilai:
- positif, kalor mengalir dari lingkungan atau kalor ditambahkan ke sistem
- negatif, jika kalor ditambahkan ke lingkungan atau mengalir dari sistem.
Kalor Sensibel
Kalor yang ditambahkan ke atau dipindahkan dari substan untuk menghasilkan perubahan temperatur.
Kalor Laten
- adalah banyaknya kalor yang ditambahkan ke atau dipindahkan dari substan
- untuk menghasilkan perubahan fase (tidak terjadi perubahan temperatur),
- misalnya: kalor laten peleburan (fusion) dan kalor laten penguapan.
- Usaha dan kalor ditransfer tergantung pada jalannya (path) dan tidak tergantung pada kondisi awal dan akhir sistem.
- Untuk suatu proses siklus, usaha yang dihasilkan atau diperlukan merupakan jumlah dari masing-masing proses yang menyusun siklus tersebut
Jumlah ini diberi symbol dengan integral siklus dari $\partial W$:
$W_{\text{siklus}} = \oint \partial W$
Kalor yang diserap atau dilepaskan oleh sistem selama melakukan proses siklus:
$Q_{\text{siklus}} = \oint \partial Q$
Hukum termodinamika I adalah:
Jika suatu sistem melakukan perubahan yang membentuk suatu proses siklus, maka usaha yg dilakukan terhadap lingkungan sama dengan kalor yg diserap dari lingkungan.
$\oint \partial W = \oint \partial Q$
$\oint (\partial Q - \partial W) = 0$
${dE} = \partial Q - \partial W$
Parameter E adalah energi dari sistem, yang sering disebut sebagai energi internal
$\oint dE = 0$
$\int_{i}^{f} dE = \int_{i}^{f} \partial Q - \int_{i}^{f} \partial W$
$(E_f - E_i) = Q - W$
$\Delta E = Q - W$
Perubahan Keadaan
Isokhoris (perubahan keadaan pada volume konstan)
V = konstan, sehingga dV = 0
$dE = \partial Q - \partial W = \partial Q - p dV \quad dE = \partial Q_V$
$\frac{dE}{dT} = \frac{\partial Q_V}{dT}$
$\frac{\partial Q_V}{dT}$: kapasitas kalor pada volume konstan ($C_V$) dg
satuan $J / \cdot mol$
$\frac{dE}{dT} = n \cdot C_V$
$dE = n \cdot C_V \cdot dT$
$\int_{1}^{2} dE = \int_{1}^{2} n \cdot C_V dT$
$E_2 - E_1 = n \cdot C_V(T_2 - T_1)$
$\Delta E = n \cdot C_V(T_2 - T_1)$
Posting Komentar untuk "Hukum Termodinamika 0"